Arsip Kehormatan:
Jejak Perjalanan Budaya
Dokumentasi Perjalanan Kultural Gondang orchestra indonesia · 2010–2025
Pembukaan Festival Musik Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) menampilkan "Gondang Orchestra for the World".
Usai sambutan Gondang Orchestra for the World menjadi pembuka penampilan pertama dalam acara festival tersebut. "Penampilan pertama diisi Gondang Orchestra for the World. Grup ini akan membawakan aransemen yang digubah dalam suatu musik Gondang Orchestra yang dinamis dan dramatik, serta terinspirasi dari nuansa Musik Batak daerah sekitar Danau Toba Sumatera Utara Indonesia," kata Humas Gedung Kesenian Jakarta Putu Dewiyanti Delim.
Konser Gondang Orchestra for the World
Gondang Orchestra tampil secara live di TVRI pada tahun 2011, tepatnya disiarkan selama dua malam berturut-turut yang puncaknya ditayangkan pada 9 April 2011.
Acara spesial yang bertajuk "Gondang Orkestra Untuk Dunia" tersebut direkam secara langsung dari Auditorium TVRI Pusat di Jakarta. Konser ini merupakan bentuk kolaborasi besar pimpinan komposer Tigor Situmorang yang menggabungkan esensi perkusi tradisional Batak (Gondang) dengan instrumen modern.
2011
Canada Cultural Tour - McGill University Schulich School of Music
Gondang Orchestra sukses menggelar pertunjukan di Montreal, Kanada pada Oktober 2012. Perjalanan budaya ke Kanada tersebut diperkuat oleh 12 personel tim yang diboyong langsung dari Indonesia.Selain memperkenalkan instrumen gondang, penampilan ini berfokus pada promosi destinasi wisata Danau Toba dan Pulau Samosir ke masyarakat dunia.
Pertunjukan tersebut berlangsung pada tanggal 6 November 2012 dalam acara Indonesia-Canada Cultural Night. Acara budaya ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kanada bekerja sama dengan Schulich School of Music dan Institute of Islamic Studies di McGill University untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada.Selain memperkenalkan musik Gondang dan tari Tortor khas Batak Toba, delegasi kebudayaan saat itu juga berkolaborasi dengan seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk menampilkan beragam tarian dan musik tradisional nusantara lainnya.
Indonesian Festival (Indofest) ke-7 Thailand.
Gondang Orchestra Indonesia pernah melakukan misi budaya ke Thailand pada pertengahan tahun 2024. Gondang Orchestra diundang untuk menggelar lokakarya (workshop) musik gondang dan tari Tortor, serta mengadakan pertunjukan spektakuler di beberapa universitas ternama di Thailand.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 25 Juni 2024 tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan Indonesian Festival (Indofest) ke-7. Program ini terlaksana atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok dengan sejumlah universitas lokal di Thailand, serta didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek RI.
Universitas Khon Kaen: Tim Gondang Orchestra bertukar ilmu kesenian dengan para mahasiswa lokal. Menariknya, mahasiswa dari Ekathan Longdrums Ensemble Universitas Chulalongkorn juga mengajarkan cara memainkan alat musik gendang tradisional Thailand (klongyao) kepada tim Indonesia.
Universitas Khon Kaen: Lebih dari 120 mahasiswa Thailand, terutama dari Jurusan Seni, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari ketukan Gondang Batak dan gerakan tari Tortor.
Kolaborasi Istimewa: Pada akhir rangkaian acara, Duta Besar RI untuk Thailand saat itu, Rachmat Budiman, secara spontan naik ke panggung untuk berkolaborasi menyanyikan beberapa lagu Batak bersama Gondang Orchestra, yang disambut meriah oleh penonton lokal.
Melalui aransemen musik yang megah, pertunjukan Gondang Orchestra di Thailand berhasil menyampaikan kisah filosofis perjalanan hidup masyarakat Batak dari Pulau Samosir hingga ke perantauan. Misi budaya ini sukses mempererat hubungan people-to-people contact dan memperkenalkan kekayaan identitas Nusantara di kancah internasional
2024




2010
GONDANG ORCHESTRA untuk DUNIA Live di TVRI Auditorium


2012


2024
Gondang Orchestra Indonesia Japan Friendship Festival (IJFF) 2024 di Yoyogi Park, Tokyo, Jepang
Gondang Orchestra sempat mencuri perhatian publik internasional saat tampil memukau di Jepang. Kelompok ini menjadi salah satu penampil utama dalam gelaran budaya tahunan bergengsi Indonesia Japan Friendship Festival (IJFF) yang berlangsung di Yoyogi Park, Tokyo.
Pertunjukan Gondang Orchestra di Jepang meninggalkan kesan yang sangat mendalam melalui beberapa momen ikonik:
Mengajak Warga Jepang Manortor: Saat membawakan lagu-lagu legendaris Sumatera Utara seperti "A Sing Sing So", "Situmorang", dan "Sinanggar Tulo", para penonton—termasuk warga lokal Jepang—larut dalam kegembiraan dan ikut menari Tortor bersama di depan panggung.
Kolaborasi Lintas Budaya dengan Wadaiko: Di penghujung penampilannya, Gondang Orchestra melakukan kolaborasi epik dengan Wadaiko Fujisan, kelompok perkusi tradisional Jepang yang terkenal dengan drum Taiko-nya. Perpaduan ketukan ritmis dari TaganingBatak dan Taiko Jepang berhasil menciptakan harmoni musik yang megah sekaligus mempererat hubungan persahabatan kedua negara melalui seni.


2025
75 Tahun Kerja Sama Diplomatik antara Indonesia dan Prancis.
Pertunjukan ini diselenggarakan khusus untuk memperingati 75 Tahun Kerja Sama Diplomatik antara Indonesia dan Prancis. Dipimpin langsung oleh Tigor Situmorang, kelompok musik yang memadukan keagungan orkestra barat dengan alat musik tradisional Batak Toba ini sukses memukau publik Eropa.
Selama misinya di Prancis, Gondang Orchestra Indonesia menggelar pertunjukan dan lokakarya budaya di beberapa kota akademik dan budaya penting:
Pertunjukan Utama di Valenciennes: Salah satu konser paling sukses digelar di teater baru Université Polytechnique Hauts-de-France (UPHF) di Famars, Valenciennes. Di hadapan ratusan penonton warga Prancis dan mahasiswa, GOI membawakan aransemen megah berdurasi satu jam yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Kunjungan dan Workshop Budaya: Selain di Valenciennes, misi budaya ini juga menjangkau wilayah pesisir barat Prancis melalui kolaborasi bersama La Rochelle Université serta pameran seni di Natural History Museum of La Rochelle.
Agar pertunjukan terasa lebih dekat dengan audiens setempat, Gondang Orchestra Indonesia menyajikan kejutan aransemen yang unik:
Lagu Klasik Prancis Versi Gondang: Selain membawakan lagu daerah populer Sumatera Utara seperti "Sengko-sengko", "Dainang", "Alusi Au", dan "Situmorang", orkestra ini secara khusus mengaransemen ulang dua mahakarya musik Prancis, yaitu "La Vie en Rose" dan "Champs-Élysées". Perpaduan melodi khas Prancis dengan ketukan ritmis alat musik taganing dan gordang sukses melahirkan harmoni baru yang sangat diapresiasi penonton.
Manortor Bersama Warga Prancis: Kehangatan budaya Batak mencairkan suasana ketika para musisi mengajak penonton lokal Prancis turun ke depan panggung untuk Manortor (menari Tortor bersama), menjadikan musik sebagai bahasa universal yang mempererat persahabatan kedua negara.


Commission a Performance
Elevate your institutional event with the profound resonance of the Gondang Orchestra. We accept select commissions for private and diplomatic engagements.
Gondang Orchestra Indonesia
© 2024 Gondang Orchestra Indonesia Heritage Foundation. All rights reserved.